Selamat datang di halaman ini. Jika Anda tertarik dengan content yg saya suguhkan silahkan di COPAS n diSHARE kemana saja Anda suka. Terimakasih atas kunjungan Anda dan smoga Rahmat ALLOH sll bersama Anda Dan Keluarga. SaLaM_bErbAgI *******><******* CHEFF M MOELs
Senin, 16 Januari 2012
JURUS MOTISAKTI
Jurus Motisakti
Rumus untuk mewujudkan impian seperti di bawah ini.
H = (I x P x K)^T
H = Hasil (Terwujudnya Impian, Tercapainya yg diimpikan)
I = Impian
P = Pedoman
K = Kemampuan
T = Tawakal
tanda ^ = pangkat
tanda x = kali
Nilai Hasil (Terwujudnya Impian)
Kita semua tentunya ingin agar setiap impian kita dapat terwujud. Dengan kata lain, kita ingin agar kualitas nilai H (Terwujudnya Impian) kita setinggi mungkin.
Dari rumus di atas menunjukkan bahwa terwujudnya impian kita sangat bergantung dari 4 hal, yaitu : Bagaimana kualitas nilai Impian, Pedoman, Kemampuan, dan Tawakal kita. Seberapa besar nilai I, P, K, dan T kita.
Misalkan :
Nilai I, P, T kita bagus, tapi K kita nol, tentu saja hasilnya akan nol.
Nilai I, P, K kita bagus, tapi T (Tawakal) kita kecil sekali, maka Hasilnya (H) tentu akan kecil.
IMPIAN (I)
Impian yang baik (kualitas nilainya tinggi) adalah impian yang jelas dan fokus, bernuansa dunia dan akherat, serta memberikan banyak manfaat bagi sebanyak mungkin orang (otomatis diri sendiri akan terkait didalamnya).
PEDOMAN (P)
Pedoman artinya “PEMAHAMAN KITA” tentang makna dan ikhtiar kesuksesan (usaha untuk sukses), maksudnya pemahaman kita tentang bagaimana dapat sukses dengan jalan yang benar.
Jadi pedoman adalah apa pun yang kita fahami dan yakini, dan apa pun yang ada dalam logika pikiran bawah sadar kita.
Nilai Pedoman yang maksimal dapat kita raih melalui pembejaran hidup, misalnya melalui keluarga, pengalaman-pengalaman kita, lingkungan kita, orang-orang di sekitar kita, Al-Qur’an, as-Sunnah, sirah, juga buku-buku atau referensi yang berkualitas.
Semakin tinggi pemahaman kita, maka kualitas nilai P akan semakin tinggi, tentu saja H juga semakin tinggi.
KEMAMPUAN (K)
Kemampuan berbeda dengan Pedoman.
Jika pedoman bernuansa TEORI dan keilmuan, sedangkan kemampuan bernuansa AKSI dan pengalaman.
Kemampuan bermakna sudah sejauh mana kita memperjuangkan pedoman yang kita yakini tersebut. Maksudnya sudah sejauh mana kita melaksanakan, mengamalkan, menerapkan semua teori dan ilmu yang kita fahami dan yakini tsb.
Jadi Kemampuan adalah apa pun yang sudah kita KERJAKAN berdasarkan keyakinan kita (pedoman kita).
Untuk meningkatkan kemampuan kita, maka kita harus selalu beraksi (praktek) dan menambah skill, menambah pengetahuan, pemahaman dan keyakinan kita melalui berbagai pedoman kehidupan yang benar.
TAWAKAL (T)
Tawakal artinya menyerahkan semuanya kepada Allah.
Bertawakal yang baik tidak hanya diekspresikan setelah kita berusaha, tetapi meliputi keseluruhannya baik ketika AKAN, SEDANG, maupun SETELAH berusaha.
Allah berfirman :
“ . . . . . apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” : Q.S. Ali 'Imran [3] ayat 159.
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. . . .” : Q.S. Ath-Talaq [65] ayat 3.
Jadi, yang namanya tawakal itu sudah dimulai sejak kita membulatkan tekad, yaitu sejak kita menetapkan impian-impian kita. Dan senantiasa bertawakal ketika kita sedang berusaha mengejar impian-impian itu, maupun setelah berusaha.
AKHIRNYA ….
Mohon diperhatikan rumus di atas dengan khidmat.
Ketika sebuah angka dikalikan dengan nol, maka hasilnya akan sama dengan nol. Artinya, walaupun kita memiliki impian yang bernilai tinggi, lalu diiringi oleh pedoman yang sangat hebat dan Islami. Tapi jika aksinya nol besar, maka hasilnya (nilai H) akan sama dengan nol, berarti impian tidak terwujud.
Kemudian, walaupun nilai I, P, K baik, namun kita tidak “memangkatkannya” dengan nilai tawakal (T) yang tinggi, maka hasilnya tidak signifikan. Misalnya saja T=0, maka sebesar apa pun nilai I, P, K kita, maka hasilnya hanya 1.
Apalagi, jika nilai tawakal kita minus, maka hasilnya tidak akan pernah lebih dari 1, bahkan mendekati nol.
Nilai tawakal seseorang bisa menjadi minus, jika dia sudah menjadi pribadi yang sombong dan syirik. Karena dengan begitu dia telah salah dalam menggantungkan impian, pedoman dan kemampuannya pada sesuatu yang lain. Na’udzu billahi min dzalik.
Namun, jika kita memiliki I, P, K, dan T yang bernilai positif, kita akan mendapatkan hasil positif pula. Semakin besar nilai I, P, K kita ditambah dengan nilai T yang lebih besar, maka hasilnya akan luar biasa.
Perlu diingat bahwa kita akan sangat sulit bertawakal, jika I, P, K kia tidak maksimal. Sehingga , untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, kita harus berusaha keras memaksimalkan IMPIAN, PEDOMAN, dan KEMAMPUAN kita, serta memangkatkannya dengan tawakal kepada Allah. Dengan begitu, yakinlah hasilnya akan luar biasa.
Allah berfirman :
“ Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”. Q.S. Ali 'Imran [3] ayat 160.
Semua tulisan di atas ini, jika kita fahami dengan benar, maka akan meningkatkan pengetahuan kita berarti meningkatkan pedoman (P) kita. Namun perlu diingat, kata-kata bijak berikut ini :
“Sejuta teori akan tumbang oleh satu aksi, maka selaraskanlah antara teori dan aksi”.
Jadi marilah kita ber-“aksi”, yaitu berbuat, berusaha keras untuk melakukannya, tidak sekadar faham dan berteori.
Semoga bermanfaat.
K.O.C.A.K
Kocak =>
Suatu hari disekolah catut ditanyain sama guru nya
bu guru : catut..!!! Coba kamu jawab pertanyaan ibu, siapa itu 'thomas alfa edison'??
Catut : (dengan lantang catut menjawab) 'tidak tahu bu'
bu guru : kalo 'james watt' siapa dia ??
Catut : 'tidak tahu juga bu'!!!
Bu guru : catut.. !!! Gmana sh kamu, setiap ditanya , jawab nya tidak tahu terus!!! Semalem kamu ga belajar yaa!!
Catut : belajar ko bu....
Bu guru : terus kenapa jawabnya 'tidak tahu terus'?
Catut : ya sudah gni aja dehh bu ,coba catut nanya ke ibu, 'bu guru tau ndak siapa itu karyanto danutirto'??
Bu guru : tidak tau...
Catut : kalo M.antonio.R siapa dia ??
Bu guru : tidak tau juga ....
Catut : kalo Rafi'i Aprilani ??
Bu guru : tidak tau.... Emg siapa mereka ??
Catut : 'ya itulah bu... Kita kan pasti punya kenalan sendiri-sendiri'
bu guru : *nelen buku pelajaran
Rabu, 11 Januari 2012
mutiara n puisi
Harapan dalam Kerinduan
======================
Ku dengar suaranya di antara hujan
Sayup kau bisikan tentang kerinduan
Sejenak akupun terdiam..
Pedihku bersembunyi di balik
senyuman
Kasih maafkan aku..
Belum bisa ku penuhi semua inginmu
Ku tahu kau merindukanku
Memeluk mesra hilangkan resah dalam
hatimu
Sabarlah kau disana..
Menantiku di ujung senja
Disini pun aku tersiksa
Hanya berteman maya
Jadikan cinta ini penuh arti
Buktikan pada dunia kita mampu
menghadapi
Segala bentuk cobaan dari Illahi
Bersamaku meraih mimpi dalam hati
=============================================================
***S.U.R.Y.A***
menyapa persada
isyaratkan alam
begitu cerah
kehangatan terasa
menyentuh pori
hapus jejak embun
yang tersisa
lukisan alam
yang indah
penuh warna bunga
mekar berseri
di taman hati
kusingkap tirai
kuncup bermekaran
di taman mawar
tebarkan wangi
seperti rindu
penuhi persada
hati.
==============================================
SELAMAT PAGI SAYANGKU.. .
.
Bangun.. Bangun cintaku.
Lihatlah sayang?
Pagi ini indah di terpa sang bayu.
Nyanyian rinduku memanggilmu.
Cuma hitungan waktu semalam
sejenak terlelap berhenti.
Pagi ini kukembali sayang..
Menyapa cintamu.
Kuberikan senyum manisku untukmu.
Mekar kembali di terpa embun2 cinta
kita.
Selamat pagi sayangku...
Mari kita sambut hari ini dengan
semangat cinta kita.
Selalu indah dlm setiap langkah.
Dalam setiap tapak cinta kita selalu
memberi jalan.
Ku berdoa untukmu sayang.. .
Semoga harimu selalu indah.
Menjemput masa depan cita dn cinta.
Disini aku menunggumu.
Datanglah bila kau lelah.
Cintaku tawarkan dahagamu suka dn duka.
=============================================
"Lihatlah telapak tangan Anda.!"
Ada bbrp garis utama yg menentukan nasib.
Ada garis keHIDUPan.
Ada garis REZEKI &
Ada pula garis JODOH.
Nah...Sekarang, menggenggamlah. .
Dimana semua garis tadi ?
“Di dalam telapak tangan yg kita genggam bukan?.”
Nah, apa artinya itu?
Apapun takdir & keadaan kita kelak, semua itu ada
dalam genggaman kita sendiri.
Kita lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di
tangan Kita.
Dan, begitulah rahasia sukses..
Berjuang & berusaha dengan berbagai cara utk
menentukan nasib sendiri..
Tetapi coba lihat pula genggaman kita.
Bukankah masih ada garis yg tidak ikut tergenggam?
Sisa garis itulah yg berada di luar kendali kita..
Karena di sanalah letak kekuatan Sang Maha
Pencipta yg kita tidak akan mampu lakukan & itulah
bagianNya.
Genggam & lakukan bagian Anda dengan kerja keras &
kesungguhan, & bawalah kepada Tuhan bagian yg
tidak mampu kita lakukan..!
===================================================
Jika mencintaimu hanyalah mimpi
bagiku, maka biarkan aku tertidur
selamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
